Kalimantan menjadi area Food Estate

TWITTER
FACEBOOK
Kontan | 08-02-2012

 
Kalimantan menjadi area Food Estate

JAKARTA. Pemerintah akan mengembangkan kawasan pangan skala luas atau food estate di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Rencananya, kedua provinsi itu bakal menjadi lokasi budidaya padi.

Saat ini, sudah tersedia sekitar 200.000 hektare lahan di Kalimantan Timur serta 100.000 hektare lahan di Kalimantan Barat yang berpotensi menjadi lokasi food estate. "Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat lebih cenderung diarahkan menjadi penghasil beras," ujar Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, kemarin (7/2).

Menurut Rusman, pemerintah akan mengandalkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengelola lahan food estate di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Salah satu yang dihadang adalah PT Sang Hyang Sri.

Tapi, investor asing juga boleh terlibat mengembangkan food estate itu. Rusman bilang, sebuah perusahaan pangan asal Korea Selatan telah menyatakan minatnya mengelola lahan food estate. "Mereka mungkin mau mengembangkan beras yang disukai masyarakat Korea," ungkap Rusman.

Program food estate di Kalimantan adalah salah satu proyek pemerintah sektor ketahanan pangan dan energi. Proyek ini pertama kali bergulir di Merauke, Papua dengan nama Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE). Cuma, proyek ini masih berjalan lambat. Proyek dengan luas lahan 2,051 juta hektare ini terganjal dengan masalah pasokan lahan. Pemicunya adalah pembebasan lahan MIFEE bersentuhan dengan hak ulayat atas tanah adat masyarakat lokal.

"Saat ini Pemerintah Kabupaten Merauke sedang mengupayakan dialog dengan masyarakat setempat agar masalah lahan itu bisa tuntas," kata Rusman.

Agar menarik investor, pemerintah juga sedang mengkaji pemberian  insentif dalam program food estate ini. Menteri Perdagangan yang merangkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan bilang, insentif fiskal ini untuk mendorong pembangunan infrastruktur dalam program ini. Namun, Gita masih merahasiakan bentuk insentif ini karena masih dibahas.

Ia hanya menyebutkan, sudah ada investor besar yang akan dilibatkan dalam program ini seperti Sinar Mas, Rajawali, Medco, Wilmar, dan beberapa BUMN.

Hans Henricus, Narita Indrastiti
Original source: Kontan
TWITTER
FACEBOOK
TWITTER
FACEBOOK

Post a comment

Name

Email address (optional - if you want a reply)

Comment