Induk KUD & investor asing rintis perkebunan

TWITTER
FACEBOOK
Bisnis Indonesia | 19-01-2011

Induk KUD & investor asing rintis perkebunan

Oleh Mulia Ginting Munthe

JAKARTA: Induk Koperasi Unit Desa (Induk KUD) bersama sejumlah investor dari sejumlah negara akan menandatangani kesepakatan kerja sama (MoU) untuk mengeksplorasi tanaman kelapa sawit, jarak dan singkong. Yuzri Suhud, Corporate Secretary Induk KUD, mengatakan kerja sama itu akan membidangi sektor yang berbasis pada industri pertanian ataupun perikanan. Lokasinya ada beberapa provinsi, yakni di Riau, Jambi, beberapa pulau Jawa dan Kalimantan.

"Konsorsium tersebut akan menanam investasi untuk kegiatan itu. Mereka tidak hanya menyediakan investasi tetapi sampai pada produk akhir dari komoditas sampai pemasarannya," ujarnya, kemarin.

Kerja sama tersebut akan mengoptimalkan seluruh potensi KUD maupun kelompok tani yang berada di areal lokasi industri. Di Riau dan Jambi misalnya, KUD yang selama ini bergerak di budi daya sawit , dipercayakan menjadi mitra investor.

Induk KUD optimistis kerja sama itu akan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota Induk KUD maupun petani. Sebab, selama ini mereka menjual komoditasnya kepada swaasta dengan harga yang tidak stabil.

Karena investor asing juga mendirikan pabrik di kawasan budi daya, sehingga nilai ekonomis dari kegiatan pelaku usaha kecil menengah (UKM) di lokasi dipastikan meningkat dibandingkan dengan kegiatan mereka di area pertanian selama ini.

Investor yang bergabung adalanm konsorsium itu a.l. dari Jepang, Malaysia, Taiwan, dan China. Kerja sama dalam jangka panjang itu akan dievaluasi setiap tahun untuk memastikan tidak ada pihak yang merugi.

"Kami belum bisa menjelaskan berapa investasi yang akan ditanam pihak investor asing dalam kerja sama ini. Sebab semuanya masih dalam draf, dan kepastiannya akan diketahui setelah kerja sama ditandatangani oleh semua pihak," papar Yuzri.

Terkait dengan luas area perkebunan sawit yang dijadikan sebagai komoditas kerja sama, Yuzri mengemukakan rata-rata mencapai 5.000 ha.

Khusus untuk budi daya singkong, akan dipusatkan di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Untuk komoditi singkong pemasarannya sudah pasti ke Malaysia. Demikian juga produk akhir dari sawit dan jarak, orientasinya tetap untuk pasar internasional. Kerja sama ini terealisasi setelah Induk KUD dan pihak investor memulai pembicaraan setahun lalu. Ini adalah realisasinya."
Original source: Bisnis Indonesia
TWITTER
FACEBOOK
TWITTER
FACEBOOK

Post a comment

Name

Email address (optional - if you want a reply)

Comment